[Source](https://goo.gl/images/tp72TM) 

Halo Sahabat Trybe dimapun Anda berada, Semoga Anda semua dalam keadaan sehat. 

Begitu banyak orang-orang yang harus kehilangan puluhan hingga ratusan juta ketika mereka terkena musibah. Berapa banyak orang yang telah ditimpa musibah kecelakaan, penyakit, kebakaran, bencana alam, dan ujian-ujian lain dari Tuhan? Misal saja, Anda kecelakaan kendaraan, sekian puluh juta harus Anda tanggung untuk berobat, tapi tidak ada faktanya orang jatuh miskin karena kecelakaan motor. Tidak ada orang jatuh miskin karena masuk rumah sakit yang menanggung biaya pengobatan “kagetan”, biaya di luar perencanaan dan kesanggupan.

Dalam konteks berbangsa, Negara-negara Asia Tenggara yang tidak pernah dapat musibah dijajah hanya Thailand, tapi kemajuan negaranya sejajar dengan Indonesia yang dijajah 350 tahun. Artinya Thailand tidak mendapat musibah “dijajah” tidak berpengaruh apa-apa untuk kualitas kemajuan atau kemunduran suatu bangsa, bahkan Afghanistan, tidak dapat musibah “dijajah” malah termasuk menjadi negara termiskin di dunia.

 

[Source](https://goo.gl/images/vdkzC8) 

Aceh berapa kerugiannya ketika dihantam bencana Tsunami? Sekarang Anda lihat, apakah Aceh terganggu kemajuannya? Bencana tidak pengaruh apapun untuk kemajuan Aceh. Aceh normal saja kemajuannya dengan daerah lain di Indonesia yang non bencana. Apa gara-gara Aceh pernah dihantam musibah Tsunami besar, lalu sekarang PDB Aceh sekarang anjlok dan lebih mundur dari propinsi lain di Indonesia?

Anda kena kanker, puluhan juta dilepas untuk berobat, tetapi tidak ada fakta suatu keluarga bangkrut dan jatuh miskin karena kanker.

Itulah hakikat musibah, tidak ada pengaruh apapun untuk kemajuan dan kemunduran seseorang atau suatu bangsa. Kalau memang orang atau bangsa tersebut adalah satu pribadi atau satu bangsa yang maju, ditimpa musibah atau tidak, mereka tetap maju, sebaliknya bila mereka pribadi atau satu bangsa yang mundur, mereka tetap seperti itu.

Anda amati orang-orang tidak mampu yang menanggung biaya besar musibah penyakit di rumah sakit, entah jalan dari mana mereka mampu menyelesaikan biayanya. Memang macam-macam mereka bisa membiayainya, mulai dari uluran tangan hingga hutang, tetapi intinya mereka mampu menyelesaikan. Pasca musibah itu berlalu, mereka tetap pada keadaan hidupnya sebagaimana semula, seolah sama sekali tidak terdampak kerugian karena musibah. Musibah bukan untuk merugikan Anda, musibah hanya semacam “uji nyali” Anda. Yang jatuh miskin karena musibah tidak ada. Ya hanya uji nyali saja.

Jadi Tuhan tidak merampas apapun atas apa yang Anda miliki melalui jalan musibah-Nya, tidak ada kemiskinan dan keterpurukan lantaran ditimpa musibah. Hanya uji nyali, sejauh mana Anda berani melepas apa yang sebenarnya hanya milik-Nya, sadar sesadar-sadarnya bahwa semua yang dimiliki hanyalah “innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”, adapun kerugiannya tidak ada. Setelah Lombok NTB, Donggala, Sigi dan Palu, sekarang selat sunda sedang ditimpa bencana alam besar, semoga mereka mendapatkan kenaikan derajat terbaik dari sisi-Nya.

Dan Anda yang mungkin sekarang sedang tertimpa musibah, apapun itu, percayalah Anda sedikitpun tidak dirugikan, segera lepaskan apa-apa yang harus lepas.

R


This Article has Earned 1595 Tokens.
Total Reviews: 9, Average Rating: 5 out of 5
Your Reviews Today : 0 of 21 (resets every 24hrs CET)

Discussions

Reviews

Login Message Here!

Average Review Rating

5 / 5

No more reviews to load.