Images : original

Halo Sahabat Trybe semua. Semoga kita semua dalam keadaan sehat. Dan tetap optimis dalam mengubah kehidupan ini, meskipun banyak hal yang menurut kita tidak menyenangkan di kehidupan kita. Tapi yakinlah itu mungkin hanya pola pikir kita yang menjawab atau paradigma kita yang memberi atensi terhadap sesuatu hal tersebut. Karena sebenarnya semua sudah ada. Maka dari itu, sudah sangat sulit bagi kita untuk berpikir tentang hidup itu tidak sulit, yang sulit itu adalah untuk mengubah paradigma berpikir. Nah, dalam postingan ini saya ingin membahas sedikit tentang perlunya mengubah paradigma. Sesuai dengan pengalaman yang pernah saya alami.

Pernah suatu saat di kampus, ada satu mata kuliah yang saya lumayan kesulitan menguasainya. Sampai harus mengulang dua kali karena bisa nilai D alias tidak lulus dua kali juga.

Waktu itu saya belum menyadari apa yang menyebabkannya nyata. Saya mencoba menjelajahi satu per satu yang apa saja saya curigai menjadi penyebabnya, mulai dari kurang belajar, ogah-ogahan, tidak suka pelajaran, percaya tidak pandai tentang hal itu, dll. Tapi ternyata bukan semua itu akar pembicaraannya.

Setelah lebih dalam lagi, saya telusuri, akhirnya ketemulah yang menyebabkannya, yaitu saya ternyata tidak suka dengan pengajarnya. Karena pantas mendapat cerita-cerita yang menyenangkan dari para senior terkait sulitnya mendapat nilai bagus dari dia yang berhasil mereka juga.

Itu yang jadi akar dari banyak keyakinan yang negatif yang saya miliki.

Sampai suatu saat saya diharuskan membicarakan lumayan intens dengan dia, karena disetujui dia jadi dosing saya di salah satu mata kuliah. Saya heran, ternyata dia tidak seperti yang saya pikirkan selama ini. Sangat baik, santai, dan sangat mudah saya dalam banyak proses.

Terhadap pandangan saya terhadap dia berubah total. Salah satu dosen favorit saya.

Pasca perubahan pandangan saya tersebut, saya memutuskan untuk mengulang mata kuliah tersebut untuk yang kedua diambil.

Efeknya apa? Saya jadi jauh lebih paham mata kuliah tersebut, bahkan dengan usaha belajar yang biasa-biasa saja. Pernah juga waktu kuis dapat nilai 100 dan saat UTS mendapat nilai tertinggi di kelas tersebut. Tapi yang paling melegakan adalah akhirnya saya lulus dengan nilai A.

Setelah sekian lama akhirnya lulus juga, alhamdulillah.

Itulah pentingnya membenahi paradigma atau cara pandang kita dengan yang lebih baik terhadap apapun. Efeknya adalah kehidupan di luar diri kita ikut berubah.

Dalam kasus saya tadi perubahan alam semesta Dia-lah yang menolak paradigma saya berubah.

Tapi kalau kita mau mencoba sendiri pun sangat bisa. Saya juga punya beberapa pengalaman lagi, tetapi mungkin akan saya ceritakan pengalaman tersebut di peluang yang lain.

Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengubah paradigma jika berkenaan dengan manusia bertanya langsung “Apakah benar dia suka yang kupikirkan?” atau memilih perilakunya dengan lebih detail.

Jika berkenaan dengan peristiwa adalah mengubah-ubah maknanya dan mencari apa yang hikmah atau pelajaran yang ingin dipahami Tuhan melalui peristiwa tersebut.

Dan jika berkenaan dengan pola mental adalah dengan mengubah-ubah kata-kata yang digunakan. Jika yang sebelumnya sering dikatakan “tidak bisa” diganti menjadi “tidak bisa” atau “peluang untuk belajar”, “masalah” menjadi “pembicaraan”, “masalah”, atau “cara Tuhan mengajariku untuk ikhlas”, dan lain-lain.

Apapun yang diubah, menurut saya yang penting adalah tidak dapat diubah prinsip-prinsip yang kamu yakini dan buatlah perasaan kita menjadi lebih nyaman.

Paradigma itu menggetarkan hati kita. Maka perbaikilah, karena dari situlah biasanya Tuhan mulai mengubah ke arah yang lebih baik.

Salam, @Nawarrado


This Article has Earned 1605 Tokens.
Total Reviews: 9, Average Rating: 5 out of 5
Your Reviews Today : 0 of 21 (resets every 24hrs CET)

Discussions

Reviews

Login Message Here!

Average Review Rating

5 / 5

No more reviews to load.